Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026, Parade Ratusan Bungo Lado Warnai Peringatan Maulid Nabi
![]() |
| Ratusan Bungo Lado di perayaan Mauluik Gadang (kominfo) |
Tradisi yang sarat makna ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya masyarakat Padang Pariaman.
Ritus yang menghadirkan 200 Batang Bungo Lado diarak dari halaman Kantor Bupati Padang Pariaman menuju Masjid Raya IKK Ali Mukhni.
Beragam bentuk dan warna Bungo Lado yang dibawa oleh peserta menciptakan pemandangan yang meriah dan memukau, disaksikan ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute arak-arakan hingga lokasi acara.
Tradisi Bungo Lado bukan sekadar hiasan dalam perayaan Maulid Nabi. Di balik keindahannya, tradisi ini mengandung nilai religius, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Padang Pariaman.
BACA JUGA :
- Sumbang Duo Baleh, Antara Realitas dan Romantisme Masa Lalu
- Ritus Pangistrenan di Keraton Selagangga, Spirit Menjaga Peradaban Galuh
- Diakritik Akᚣara Sirna, Bunyinya Tak Lagi Bermakna
Pengakuan terhadap nilai budaya tersebut semakin kuat setelah Tradisi Bungo Lado ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia milik Kabupaten Padang Pariaman oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Penetapan ini menjadi bukti bahwa Bungo Lado merupakan identitas budaya yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi muda.
Bungo Lado juga menjadi simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sekaligus menjadi media untuk menumbuhkan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan melalui infak dan sedekah.
Dana yang dihimpun dari masyarakat umumnya dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan maupun pemeliharaan sarana ibadah, sehingga tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Kehadiran ratusan Bungo Lado pada puncak Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 kembali menegaskan bahwa tradisi lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui pelestarian budaya yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama masyarakat terus berkomitmen menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari identitas daerah yang membanggakan. (*)


Posting Komentar