Aksi Seniman Surabaya Protes Pengosongan Balai Pemuda

Aksi Seniman Surabaya Protes Pengosongan Balai Pemuda

Daftar Isi


Polemik transformasi perubahan Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan Surabaya terus bergulir, dan puncaknya terjadi pada Senin, 11 Mei 2026. Ratusan seniman, budayawan, mahasiswa, aktivis, hingga komunitas menggelar aksi solidaritas di depan Balai Kota Surabaya

Aksi yang digelar ini merupakan respons atas polemik pengosongan ruang sekretariat dan Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) di kompleks Balai Pemuda.

Massa aksi yang menamakan diri sebagai aksi solidaritas kebudayaan - Dewan Kesenian Surabaya (DKS) menolak upaya pengosongan sekretariat dan galeri DKS di kawasan Balai Pemuda.

Aksi protes komunitas seni terhadap Pemerintah Kota Surabaya -sempat- memanas, karena tindakan massa aksi yang menghujani Gedung DPRD Surabaya dengan kotoran ayam, sebagai bentuk kekecewaan atas pengosongan ruang seni Balai Pemuda.

BACA JUGA : 

Massa aksi bergerak sekitar pukul 13.00 WIB. dan menyebarkan kotoran ayam di sekitar gedung dewan, lalu bergerak menuju gerbang Balai Pemuda. Dalam orasi yang digelar,  para seniman menilai langkah -pengosongan sekretariat- dilakukan secara sepihak dan mencederai ruang kebudayaan di Surabaya. 

Koordinator lapangan aksi, Taufik Monyong, mengatakan aksi ini bentuk kepedulian publik terhadap ruang budaya yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari sejarah kesenian Surabaya.

 "Aksi ini merupakan penegasan sikap moral untuk mengingatkan bahwa ruang kesenian bukan semata persoalan gedung, melainkan ruang sejarah, ruang ingatan kolektif, dan ruang tumbuhnya peradaban kota," kata Taufik Monyong

Sejumlah tuntutan juga dilayangkan kepada walikota Surabaya : 

  • Mencopot Heri Purwadi sebagai Plt. Kadisbudporapar karena bertindak melebihi kewenangan yang diberikan oleh undang-undang; 
  • Mendesak pengembalian ruang sekretariat DKS dan Galeri DKS kepada seniman DKS serta memberikan legitimasi administratif penggunaannya; 
  • Mengembalikan Balai Pemuda kepada spirit kepemudaan; 
  • Tidak menggunakan Balai Pemuda sebagai objek PAD karena nilai historisnya, tetapi diberikan kepada rakyat Surabaya untuk berkegiatan sebagai warisan ruang publik peradaban yang tidak boleh dibebani PAD. 

Hingga demo berakhir pukul 14.10 WIB, aksi ini belum mendapatkan tanggapan dari pihak terkait (nga)

Posting Komentar

Flag Counter