Toto Hoedi Jaring Talenta Muda, Garap Drama Roman Budaya Indramayu
Violet… Memang pernah ada. Dia lahir… Karena luka. Karena tipu daya. Karena putus asa. Tapi… Yang bertahan… Bukan Violet. Yang bertahan… Adalah… Lailah Umami
Itulah sepenggal kalimat dari skenario drama romance budaya kearifan lokal yang bertajuk Violet. Sosok wanita cantik dan alim bernama asli Lailah Umami tersebut begitu gigih berusaha menjadi penyanyi tarling, meski sempat terkena tipu daya seseorang yang mengaku produser rekaman hingga terenggut kehormatannya dan terjebak dalam kehidupan dunia malam.
Namun bagi Lailah Umami, tarling bukanlah sekadar hiburan. Tarling adalah warisan budaya Indramayu dan Cirebon, sehingga sangat pantas diberi kesempatan untuk terus hidup serta berkembang dari generasi ke generasi.
Drama romance budaya kearifan lokal ini digarap oleh sutradara senior Toto Hoedi dengan gebrakan baru, yakni mengundang puluhan talenta muda Indramayu untuk mengikuti casting secara terbuka dan memberikan kesempatan berakting dalam drama romantis tersebut.
Toto Hoedi mengungkapkan, garapan apiknya ini akan ditayangkan pada K-Flik dan dilatarbelakangi dari keinginannya mengangkat budaya daerah agar terus dikenal serta disukai oleh generasi masa kini maupun generasi yang akan datang.
Kita mengangkat budaya-budaya daerah bukan karena budayanya saja, tapi bagaimana di daerah itu ada sesuatu yang bisa diangkat sehingga anak-anak Gen Z bisa mengetahui dan menyukai budaya daerahnya,” ujar Toto Hoedi.
Produser Tohir Danasasmita mengatakan, produksi bersama Avatara Lintas Media dan Cakrawangsa Cinema Production tersebut akan selalu mengedepankan cerita tentang kearifan lokal.
Rumah produksinya akan berkeliling Indonesia mengunjungi berbagai daerah agar budaya setempat bisa terangkat melalui film atau drama dan makin dikenal oleh masyarakat luas.
BACA JUGA :
"Kami akan berkeliling Indonesia untuk mengangkat budaya daerah setempat atau kearifan lokal dalam kemasan drama romance, hanya saja untuk sementara akan merambah daerah-daerah terdekat seperti Cirebon, Indramayu, Bandung, dan Cianjur,”tutur Tohir.
Sementara itu, CFD Creative Supervisi rumah produksi, Sukarya, mengatakan bahwa talenta muda Indramayu harus diberikan kesempatan berkiprah di bidang perfilman. Sebab, bukan tidak mungkin talenta daerah ini kelak menjadi aktris dan aktor papan atas sehingga secara tidak langsung turut mengharumkan nama daerah.
"Talenta muda Indramayu harus mampu berkiprah di kancah perfilman nasional. Hanya dengan pembinaan secara berkesinambungan dari para senior, hal itu bisa terwujud,” ujarnya.
BACA JUGA :
Di sisi lain, Kabid Kebudayaan pada Disdikbud Kabupaten Indramayu, Taufik Nasution, menyatakan pihak sangat mendukung rumah produksi yang mengangkat budaya daerah dan seniman tarling. Karena itu, aula kantor dinasnya diizinkan untuk menjadi tempat casting talenta muda para calon pemeran drama romantis musikal Violet.
Hal senada disampaikan Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dispara Kabupaten Indramayu, Runita. Menurutnya, garapan rumah produksi ini merupakan sarana promosi pariwisata lokal sekaligus ajang pencarian bakat kawula muda dalam seni peran.
Salah seorang peserta casting asal Desa Pekandangan, Ary, berharap kegiatan casting untuk produksi drama maupun film hendaknya sering diadakan di Kabupaten Indramayu.
Ia menginginkan talenta-talenta muda di bidang seni peran dapat tersalurkan keahliannya dan Indramayu makin dikenal sebagai daerah yang aktif menyelenggarakan casting.
"Saya berharap Indramayu sering dijadikan tempat casting calon pemain film dan drama agar talenta-talenta muda bisa dengan mudah menyalurkan bakat seni perannya,”ujar Ary.
Seniman tari, Iing Sayuti, juga menyambut positif banyaknya rumah produksi dari Jakarta yang mengadakan casting di Indramayu. Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan sineas-sineas muda yang mampu berkiprah dalam perfilman nasional. (rilis/indramayukab)


Posting Komentar