Peresmian Monumen Prasasti Canggu Jadi Momen Penetapan Hari Jadi Desa Ngadirejo
Penulis | Suyono
Peresmian monumen Prasasti Canggu sekaligus menjadi momentum penetapan Hari Jadi Desa (HJN) Ngadirejo Ke-668. Gelaran itu berlangsung sakral dan meriah dengan disaksikan ratusan warga, Selasa, 7 Juli 2026.
Digelar di rest area desa, telah dipadati warga sejak pagi sambil menikmati sajian penampilan kesenian tradisional dan berbelanja di stand UMKM.
Sedangkan untuk anak-anak, mereka diajak mengikuti lomba mewarnai gerabah. Puncak acara, pada malam hari, desa menyuguhkan kesenian campursari.
Monumen Prasasti Canggu di Desa Ngadirejo (Foto: Suyono)
Upacara peresmian prasasti berlangsung khidmat. Diawali dengan kirab pendek yang dipimpin Kepala Desa, diikuti sebagaian warga dan tamu. Sesampai dilokasi prasasti, pembacaan terjemahan prasasti dibacakan oleh perangkat desa. Kemudian, dilanjutkan pembacaan penetapan HJN oleh Kepala Desa.
Pemukulan gong oleh Kepala Desa Ngadirejo, Gatot Srikuntolo sebagai pembuka peresmian. (Foto: Suyono)
Kadis Disnakerin Tuban, Rohman Ubaid dalam sambutannya mengatakan, jika acara yang khusus ini bisa dilaksanakan dengan lebih besar lagi.
BACA JUGA :
- Toponimi i Rasyi di Prasasti Canggu Jadi Dasar Penetapan Hari Jadi Desa Ngadirejo
- Pentas Budaya Agung, Hari Jadi Desa Ngadirejo ke 668 sesuai Penetapan Prasasti Canggu
- Penjaga Arus Zaman, Jejak Naditira Pradeca di Tangan Mukhid
"Acara yang demikian khusus dan khas ini, layak kiranya, kedepan kita kembangkan lebih greng lagi,”ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Terkait sentra gerabah yang ada di Ngadirejo, Rohman menyampaikan, potensi kerajinan gerabah perlu dikembangkan.
UMKM Ngadirejo hadir memenuhi tempat yang disediakan. (Foto: Suyono)
"Melihat hasil pembinaan bersama, potensi desa berupa kerajinan gerabah perlu dikembangkan. Selain menjadi wisata juga bisa menjadi industri ,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Ngadirejo, Gatoto Srikuntolo menuturkan, Prasasti Canggu 1358 menjadi acuan penetapan HJN. Pelaksanaan itu sudah dikaji bersama rekan-rekan sejarah.
"Yang melatarbelakangi kita adalah, bahwasanya Ngadirejo sudah ada sejak Kerajaan Majapahit. Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak, salah satunya Teropong Sejarah Tuban, jika sejarah desa tertulis di Prasasti Trowulan 1 atau Prasasti Canggu pada 1358, atau bertepatan 7 Juli 1358, pada lempeng 5 bari ke-6 yang tertulis I-Raçi atau sekarang berubah menjadi Ngadirejo. Ini adalah momen sejarah, dan kita akan terus melestarikan sejarah dan budaya,”terangnya.
Ngraseh - sebuah nama Dusun di Desa Ngadirejo, dulu bernama i Rasyi - di Prasasti Canggu, nama ini di sebut sebagai salah satu desa di bantaran sungai Bengawan Solo -yang menerima penghargaan status Sima.
Pada prasasti Canggu bertahun 1358 masehi itu tertulis jelas I Rasyi - menjadi salah satu desa istimewa di Tuban. Posisinya yang strategis di tepi Bengawan Solo, bersanding dengan desa lain seperti Widang, Tegalan (kini tegalsari), Pakebohan (kini Kebomlati).
Penampilan kesenian Tongklek SDN Ngadirejo 2. (Foto: Suyono)
Sebagai destinasi wisata, selanjutnya desa akan melengkapi dengan UMKM selain kerajinan gerabah.
"Di sini sudah ada edukasi kerajinan gerabah, dan pada tahun ini Insya Alloh akan kami rilis UMKM nya. Kami berharap semua warga Ngadirejo bisa berkontribusi sekaligus bisa menciptakan lapangan kerja dan memunculkan potensi-potensi yang ada di desa untuk kemajuan desa,” pungkasnya.
Hadirnya UMKM dilokasi acara tidak hanya sebagai pelengkap, namun menunjukkan ekonomi kreatif di Ngadirejo sudah ada. Berbagai macam olahan minuman dan makanan, hasil bumi, juga gerabah dapat ditemui dan dijual dengan harga yang terjangkau.
Drama kolosal mengangkat salah satu cerita legenda di Jawa. (Foto: Suyono)
Rodiah, salah satu peserta UMKM, menyampaikan rasa senang dengan kegiatan yang digelar desa. Selain bisa berjualan, juga menikmati wisata baru desa. Ia berharap kegiatan desa seperti itu bisa terus berlangsung.
"Saya sangat senang dengan adanya acara ini. Saya bisa berjualan dan berwisata di desa sendiri. Semoga bisa terus berlanjut dan menjadi desa wisata yang sukses,” ujarnya sambil meladeni pembeli.(S)







Posting Komentar