Kalurahan Budaya dan Konsep Revitalisasi Permainan Rakyat
Permainan tradisional atau dolanan anak dinilai mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kejujuran, sportivitas, dan kebersamaan yang sangat krusial untuk memperkuat karakter serta identitas budaya generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi dan ketergantungan pada gawai.
Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sleman, H. Syukron Arif Muttaqin, menegaskan pelestarian permainan rakyat bukan sekadar upaya merawat nostalgia masa lalu.
Permainan tradisional memiliki fungsi sosial penting untuk membangun interaksi langsung antaranak dan memperkuat solidaritas sosial.
"Kami berharap para kamituwa (kepala seksi kesejahteraan) dapat menjadi penggerak pelestarian budaya di tingkat kalurahan agar permainan rakyat tetap hidup dan diwariskan lintas generasi," ujar Syukron dalam Sosialisasi dan Sarasehan Nguri-uri Dolanan Tradisional: Sinergi Kamituwa Sleman Menuju Kalurahan Budaya”.
BACA JUGA :
- KPOTI, Bangkitkan Kembali Budaya Permainan Tradisional
- Cak Ipoel, Inisiator Elingpiade - Eling Permainane Dewe
Dalam agenda yang difasilitasi oleh BPK Wilayah X Kementerian Kebudayaan RI di Pendopo DPRD Sleman, Yogyakarta, Kamis (21/5/2026), itu Syukron menyatakan, dolanan tradisional diharapkan dapat kembali hadir secara nyata di ruang sosial masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak Indonesia.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Daerah Isrimewa Yogyakarta, Ernawati Purwaningsih, menyatakan tantangan utama saat ini menjaga relevansi budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dan perubahan pola hidup masyarakat.
Menurutnya, benteng pertahanan budaya harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan desa.
"Dolanan tradisional bukan hanya permainan, tetapi media pewarisan nilai, karakter, dan identitas budaya bangsa. Jika ini terus dihidupkan bersama, maka generasi muda tidak akan tercerabut dari akar budayanya sendiri," kata Ernawati.
Sebagai langkah konkret, konsep "Kalurahan Budaya" akan dioptimalkan untuk mendorong desa menjadi pusat pelestarian tradisi dan ekspresi budaya masyarakat.
Revitalisasi permainan rakyat ini nantinya bakal dikemas secara lebih kreatif agar tetap menarik bagi generasi muda yang saat ini didominasi oleh interaksi digital.
Substansi penguatan karakter bangsa berbasis kearifan lokal tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan "Sosialisasi dan Sarasehan Nguri-uri Dolanan Tradisional: Sinergi Kamituwa Sleman Menuju Kalurahan Budaya" (sbd/kim)




Posting Komentar