Lesbumi - Arpusda Lamongan, Inventarisasi Naskah Kuno
Naskah kuno menjadi bagian erat dalam sejarah peradaban manusia yang dapat memberikan informasi dari kehidupan masa lalu. Melalui naskah kuno, masyarakat bisa mengetahui sejarah yang terjadi sebelumnya.
Melalui naskah tersebut bisa menjadikan motivasi dan semangat untuk lebih mengetahui sejarah yang pernah terjadi, termasuk di Lamongan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Lamongan, Umuronah menyampaikan, dari naskah kuno tersimpan berbagai pengetahuan kehidupan masyarakat, adat istiadat, kearifan lokal sampai dengan catatan kehidupan masyarakat di masa lampau.
![]() |
| Umuronah saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka Sosialisasi Naskah Kuno. (Foto: Suyono) |
Keberadaan naskah kuno bukan menjadi peninggalan sejarah saja, namun bisa menjadi sumber pembelajaran untuk generasi sekarang dan akan datang.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati para pejuang, termasuk pejuang sejarah yang melahirkan Lamongan menjadi sejahtera menuju kejayaan yang berkelanjutan". ujarnya dalam sambutannya saat membuka Sosialisasi Naskah Kuno yang digelar di Aula Cendekia lantai 2, Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan, Rabu 13 Mei 2026.
BACA JUGA :
Sosialiasasi ini, lanjut Umuronah diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat betapa pentingnya melestarikan naskah kuno, baik dari segi perawatan maupun pemanfaatan, sebagai sumber ilmu pengetahuan dan penguatan identitas budaya serta sejarah.
Disinggung tentang perhatian generasi muda yang sangat kurang kepada naskah kuno sebagai bagian kuat dalam sejarah, Umuronah berpesan untuk generasi masa sekarang tetap mau menggali dan mempelajari sejarah
Untuk generasi masa sekarang, kami berpesan tetap mau mempelajari dan jangan meninggalkan sejarah masa lalu, karena masa sekarang tidak aka nada tanpa masa lalu. Dan jadikanlah sejarah masa lalu menjadi motivasi dan semangat meraih masa depan jauh lebih cemerlang" pungkasnya.
Terkait naskah kuno, hadir tiga tokoh ahli dalam hal tersebut yakni, Didin Ahmad Zaenudin (Lesbumi Lamongan), Mardhayu Wulan Sari dan Abhimardha Kurniawan (Unair Surabaya).
Abhimardha Kurniawan memaparkan perihal acuan yang digunakan untuk pengertian dan mengidentifikasi naskah kuno sesuai UU No.47 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Pasal 1 Ayat 4.
![]() |
| Abhimardha Kurniawan memaparkan perihal acuan yang digunakan untuk pengertian dan mengidentifikasi naskah kuno. (Foto: Suyono) |
"Jadi acuan ini yang membedakan antara naskah kuno, buku kuno, arsip, atau mungkin juga naskah tetapi belum termasuk kategori kuno". paparnya.
Ia menambahkan juga terkait sistem perpustakaan, dari mulai verifikasi sampai pendaftaran, seperti tulisan, cetakan.
"Acuan ini yang digunakan seperti tulisan tangan atau ketik, tidak diperbanyak melalui cetak, stensil, dan yang lainnya serta usianya lebih dari 50 tahun,”tambah dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Unair Surabaya
Saat ini sudah sangat berjarak dengan naskah kuno, baik dari segi tulisan dan bahasa, yang untuk masyarakat sekarang sudah tidak mengenalnya dan juga tidak menggunakan itu. Namun, bukan berarti itu tidak penting, karena bisa dilihat lebih kedalam naskah kuno itu.
![]() |
| Mardhayu Wulan Sari. Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Unair Surabaya, saat memberikan materi. (Foto: Suyono) |
"Kondisi sekarang memang sudah sangat jauh dari masa lalu. Dari naskah kuno itu, mungkin ada yang bisa digunakan lagi untuk kehidupan saat ini dan menjadi alternatif, atau masih relefan dengan saat ini. Hambatan untuk bahasa dan tulisan bukan berarti halangan, siapa tahu di dokumen itu bisa ditemukan sesuatu yang penting,” tutup dosen yang akrab disapa Mas Abhi ini.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi rumusan awal program berkelanjutan dari Dinas Arpusda Lamongan bermitra Lesbumi lamongan.
Ketua Lesbumi, Didin Ahmad Zaenudin menuturkan, Lesbumi akan bermitra dengan Dinas Arpusda, seperti pembacaan naskah yang ditemukan.
![]() |
| Didin Ahmad Zaenudin saat menyampaikan temuan naskah kuno dan sejarah Lamongan. (Foto: Suyono) |
Lesbumi diminta menjadi mitra kerja teknis Arpusda. Misalnya Arpusda mempunyai program untuk pembacaan naskah, maka kami yang akan melakukannya karena mempunyai ahlinya, dalam hal pembacaan naskah dan literasi, nanti sebagai pelaksana teknis," tuturnya.
Untuk kapan pelaksanaan bermitra, Didin menyampaikan dalam waktu dekat, setidaknya setelah tahun ajaran baru sekolah.
BACA JUGA :
"Tadi Bu Kadis menyampaikan kepada Lesbumi, akan mengadakan MoU. Insya Alloh dalam waktu dekat, paling tidak setelah ajaran baru sekolah,” pungkas pria yang akrab disapa Diaz tersebut.
Sosialisasi menghadirkan wakil dari 27 kecamatan, perwakilan pondok pesantren (Ponpes), yang diharapkan mampu mensosialisasikan kepada lingkungan sekitar, sehingga nantinya bisa menemukan naskah kuno yang ada di Lamongan dan bisa didaftarkan ditingkat nasional.
Selain itu hadir pula para tokoh sejarah, akademisi, perwakilan Kemenag, Dinas Pendidikan, dan organisasi masyarakat pelestari sejarah Lamongan. (*)
Editor | Suyono







Posting Komentar