Taman Budaya Kalsel, Ruang Hidup Kreatifitas Pelaku Seni
Kala mentari sore perlahan turun di Banjarmasin hingga malam merengkuh kota, kawasan Taman Budaya Kalimantan Selatan tidak pernah benar-benar hening. Di satu sudut, alunan musik tradisional berpadu dengan ritme gerak penari yang tengah berlatih.
Di sudut lain, bait-bait puisi dilantunkan dengan penuh penghayatan, beriringan dengan gema dialog latihan teater yang membakar semangat. Lanskap dinamisme seni inilah yang menyambut kehadiran Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, Jumat (7/8/2026).
Melihat secara langsung denyut nadi kesenian yang begitu bergelora, Annisa menyampaikan apresiasi mendalam terhadap keberadaan Taman Budaya Kalsel. Kehadirannya dalam rangkaian kegiatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Residensi dan Workshop Sastra—hasil kolaborasi UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel dengan Sanggar Wabul Sawi Festival—menjadi bukti nyata perhatian dan komitmen pemerintah dalam mengawal pertumbuhan ekosistem kebudayaan di Banua.
BACA JUGA :
Bagi Annisa, Taman Budaya Kalsel telah melampaui fungsinya sebagai sekadar deretan bangunan fisik. Tempat ini telah bertransformasi menjadi ruang publik yang bernapas, inklusif, dan menjadi motor penggerak utama dalam melahirkan karya-karya seni bernilai tinggi.
Berdasarkan pengalaman saya saat menghabiskan waktu dari sore hingga malam hari, terlihat banyak sekali kegiatan seni yang berlangsung secara bersamaan. Mulai dari latihan tari, latihan musik, pembacaan puisi, hingga latihan teater," ungkap Annisa.
Kehidupan seni yang saling silang dan tumbuh bersamaan di satu kawasan mempertegas bahwa Taman Budaya Kalsel adalah titik temu yang efektif bagi para seniman lintas disiplin. Menurut Annisa, fasilitas publik semacam ini harus terus menjaga pintu keterbukaannya agar mampu merawat serta mengakomodasi gagasan kreatif dari seluruh lapisan pelaku budaya.
Tempat ini telah berfungsi secara optimal sebagai titik temu bagi para pelaku seni sekaligus motor penggerak dalam menciptakan ekosistem seni yang terus tumbuh dan berkelanjutan,tegasnya.
Komitmen pemerintah untuk memajukan kebudayaan Kalimantan Selatan tidak berhenti pada penyediaan sarana semata, tetapi juga pada pembinaan talenta berkelanjutan. Melalui program kolaboratif seperti MTN Residensi dan Workshop Sastra, sinergi antara pemerintah, komunitas lokal, dan seniman terus diperkuat.
BACA JUGA :
- Mangenta, Kompetisi Gastronomi Dayak di Ajang Festival Budaya Isen Mulang
- Warisan Budaya Tak Benda, Lawang Sakepeng Dayak Palangka Raya
Menatap masa depan kebudayaan Kalsel, Annisa berharap Taman Budaya dapat terus mempertahankan perannya sebagai pusat inkubasi talenta yang inklusif.
Dengan menjaga kolaborasi yang solid dan memberi ruang seluas-luasnya bagi ekspresi seni, Kalimantan Selatan tidak hanya merawat identitas budayanya, tetapi juga siap melahirkan maestro-maestro baru yang siap mewarnai panggung kebudayaan nasional maupun internasional. (mc.kalsel)


Posting Komentar