Fitotoponimi, Daftar 72 Desa Nama Tumbuhan di Kediri
Titi Kala Mangsa, ini adalah sebuah kisah epik -mungkin- luput dari sejarah besar ketika Bhayangkari Mataram berperang melawan Belanda.
Sekitar tahun 1740-an, di tengah kecamuk "Geger Pacinan" yang meluas hingga pedalaman Jawa Timur, wilayah Janti menjadi benteng persembunyian strategis. Para prajurit dan keluarga Mataram yang enggan tunduk pada VOC mengubah hutan belantara menjadi pemukiman dan lahan pertanian yang produktif. Dan kini, pemukiman itu dikenal dengan nama Janti.
Nama "Janti" sendiri diambil dari pohon Jenti—sejenis pohon turi—yang tumbuh dominan saat wilayah ini pertama kali dibuka. Namun, lebih dari sekadar toponimi tumbuhan, Janti adalah tanah harapan bagi para pengungsi peperangan Kerajaan Mataram yang bergerak mundur saat melawan kolonial Belanda
BACA JUGA :
- Fitotoponimi, Daftar 73 Desa Nama Tumbuhan di Nganjuk
- Ragam Upeti Pajak dan Budaya Rasuah di Era Kerajaan
- KPOTI, Bangkitkan Kembali Budaya Permainan Tradisional
Tonggak berdirinya Desa Janti tak lepas dari peran tiga tokoh besar dari Solo dan Yogyakarta yang membawa pengaruh spiritual kuat, yakni Mbah Suduk Udal-Udal, Pemimpin pertama sekaligus pionir yang membuka lahan. dan Mbah Ronggo, selaku tokoh kunci dalam konsolidasi masyarakat awal.
Dan Mbah Kasan Muladi yang memilih jalur spiritual dengan mendirikan Padepokan Sugih Waras. Hingga kini, makam Mbah Sugih Waras itu menjadi destinasi religi yang dihormati warga lintas daerah.
*********
Dalam Buku Sutanaya Dhadhap Waru - pemberian nama tempat mengusung pesan bawah sadar -yang di dalamnya memuat "Bagaimana" identitas pemukiman menyatu dengan nama tumbuhan
Untuk mengurainya, mari kita buka Jurnal karya Iman Budhi Santosa itu. Tetenger atau statue - pada pola penamaan yang di sematkan leluhur di Kediri, sering memuat rujukan nama Tumbuhan (Flora) antara lain Kranggan, Bendo, Sambi, Tanjung, Kepuh hingga Pandan.
Pola pemberian nama itu disebut sebagai Fitotoponimi - merujuk pada istilah dari bahasa Yunani, yaitu phyton (tumbuhan), topos (tempat), dan onoma (nama).
Di balik semua ini, -penulis menyakini Leluhur kita memiliki efikasi kuat, yang bertujuan untuk menyusun database arsip alamiah, sebab -mungkin saja - menyimpan pesan "pusaka ekologis".
Jayanti atau Janti - dalam Buku Iman B.S merupakan adalah sejenis perdu atau pohon kecil dari famili Fabaceae. Tanaman ini di identifikasi dengan nama Latin Sesbania sesban, ini memiliki beberapa nama dalam bahasa Jawa, yaitu janti, giyanti, atau kelor warna.
Hampir seluruh bagian tanaman jayanti dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan, pakan ternak, ataupun bahan bangunan. Di Kediri, ada dua nama Desa bernama Janti, Yakni Janti di Kec. Wates dan Janti di Kec. Papar.
Secara historis, kajian fitotoponimi ini juga berfungsi sebagai "catatan botani". Sebab kendati, kini tanaman Janti - mungkin- sudah langka atau punah di Kec. Papar atau Kec. Wates, namun namanya tetap abadi sebagai pengingat akan kekayaan ekosistem masa lalu.
Editor | Masardi




Posting Komentar