Kweritop, Permainan Rakyat dari Suku Wambon

Kweritop, Permainan Rakyat dari Suku Wambon

Daftar Isi

Masyarakat Suku Wambon di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan menyimpan sebuah permainan sederhana yang sarat makna. Namanya Kweritop.

Permainan tali dari serat kulit genemo atau melinjo yang telah diwariskan secara turun-temurun itu. Bagi masyarakat Wambon, Kweritop merupakan permainan rakyat yang sarat akan makna.

Seutas tali yang dirangkai dari serat kulit genemo dapat dibentuk menjadi berbagai figur, mulai dari rumah-rumahan, kupu-kupu, hingga bentuk-bentuk lainnya hanya dengan mengandalkan kelincahan jari dan kreativitas pemain.

Di balik kesederhanaannya, permainan ini mengandung nilai pendidikan yang tinggi. Anak-anak diajak melatih konsentrasi, daya pikir, ketelitian, serta koordinasi tangan dan mata melalui setiap bentuk yang mereka ciptakan.

BACA JUGA: 

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel, Anneke Fabiana Wangbon, mengatakan Kweritop merupakan permainan tradisional yang memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak. "Permainan ini untuk mengasah otak atau kecerdasan anak, daya tangkap, dan keterampilan anak," ujarnya usai mengikuti sidang penetapan.

Anneke berharap Kementerian Kebudayaan dapat menetapkan Kweritop sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sehingga keberadaannya semakin dikenal sekaligus terlindungi sebagai identitas budaya masyarakat Suku Wambon.

Harapan serupa disampaikan tokoh perempuan Papua asal Suku Wambon, Martina Tingge. Menurutnya, Kweritop merupakan warisan leluhur yang sejak dahulu dimainkan anak-anak sebagai media untuk melatih cara berpikir dan kreativitas.

Kini permainan tersebut mulai diperkenalkan kembali agar tidak hilang ditelan zaman. Bahkan, ia berharap Kweritop dapat menjadi bagian dari pembelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah sehingga generasi muda mengenal budaya daerahnya sejak dini.

"Anak-anak muda jangan sampai melupakan warisan budaya yang telah ditinggalkan orang tua. Kweritop adalah salah satu identitas budaya yang perlu terus dipelajari dan diwariskan," katanya.

Boven Digoel sendiri masih menyimpan beragam permainan tradisional lain yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat, seperti baling-baling, Kakak Tua atau tiruan bahasa, Erok, hingga berbagai permainan kejar-kejaran. Seluruhnya menjadi jejak pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Meski demikian, setiap permainan memerlukan proses penelitian dan pendokumentasian sebelum dapat diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Kini permainan itu selangkah lebih dekat menuju pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Harapan tersebut menguat setelah Kweritop memasuki tahap sidang penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Rabu (1/7/2026), dilansir infopublik

Dalam proses tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel bersama tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda mengikuti sidang secara virtual dari Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boven Digoel.


Bagi masyarakat Boven Digoel, proses sidang penetapan Kweritop bukan sekadar agenda administratif. Lebih dari itu, langkah ini menjadi ikhtiar menjaga memori kolektif, merawat identitas budaya, sekaligus memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup di tangan generasi penerus.

Apabila resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Kweritop akan menjadi pengingat bahwa permainan sederhana dari seutas tali mampu menyimpan filosofi, kreativitas, dan jati diri masyarakat Suku Wambon yang patut dijaga sepanjang masa.


Posting Komentar

Flag Counter